Siapa Sesungguhnya Dibalik Peristiwa Madiun 1948?”

Oleh: A.S. Burhan

Peristiwa Madiun terjadi tujuh belas tahun sebelum Peristiwa 1965. Walau ada jarak waktu yang cukujp panjang, namun kedua peristiwa itu dalam ingatan kolektif  sebagian besar komponen bangsa kita seringkali penghadiranya sebagai urutan “kronologis” yang pendek. Keduanya seolah berurutan  atau bahkan berhubungan secara “kausalitas”.

Kausalitas di sini tragisnya bukan hanya peristiwa terdahulu — yang masih kelam karena menyangkut ribuan korban– menjadi dasar keabsahan dan sikap permakluman meletusnya tidak kekerasan dan penghilangan jiwa ratusan ribu pada peristiwa berikutnya, tetapi “hubungan kasusalitas” tersebut juga memunculkan suatu mindset yang masa bodoh atas kejadian-kejadian kekerasan yang sama untuk tidak berulang,

Anthonoy Reid lewat bukunya Revolusi Nasional (1966) tidaklah terlambat untuk mengingatkan bahwa peristiwa Madiun 1948 penting bukan hanya dari segi jumlah korban yang cukup besar pada kedua pihak, tetapi karena warisan kebencian yang ditinggalkan antar kelompok kanan dan kiri. Tentulah bagi penerbit, pembacaan ulang terhadap Peristiwa Madiun jelas sekali jauh dari keinginan memberlangsungkan warisan kebencian itu.

Adalah sebalikya, bagaimana warisan kebencian peristiwa tersebut dan juga peristiwa-peristiwa lain yang kompleks menyangkut pertikaian yang berlumur darah dan mengandung pelanggaran HAM dari berbagai komponen bangsa yang terjadi di masa lalu dapat mulai dikikis dan harus diakhiri. Dan kita berhadap di masa-masa depan  kejadian tragis semacam itu dalam konteks kebangsaan tidak terulang kembali.

Sikap demikian bukan berarti dari sisi kami merekomendasikan “tutup buku” atas kajian terhadap peristiwa-peristiwa tersebut, justru sebaliknya kami berkepentingan untuk memberi tempat segala pengakuan dan pembukaan dokumen atas semacam Peristiwa Madiun ini seluas mungkin. Baik itu berupa tulisan individu-individu yang terlibat maupun penelusuran historiografi berbagai pihak yang dapat diandalkan.

Buku Larissa M. Efinova, Dari Moskow ke Madiun? Stalin-PKI dan Hubungan Diplomatik Uni Soviet-Indonesia, 1947-1953,  adalah salah satu upaya penelusuran seputar fakta keterlibatan Moskow atas Peristiwa Madiun 1948 dan isi gagasan “jalan baru Inonesia”nya Muso yang “dibawa serta” dengan kembalinya ia ke tenah air. Temuan Efinova ini kiranya dapat menambah fakta-fakta baru untuk mendudukakan proporsi sebenarnya dari peristiwa Madiun, dan sekalian memberi titik terang serta lebih berimbang pada  jawaban pertanyaan “siapa sesungguhnya di balik gerakan Muso tahun 1948 di Madiun?”

Professor Larissa M. Efinova lewat buku ini juga menyuguhkan penelusuran seputar awal hubungan Indonesia dengan Uni Soviet dan dalam rentang  waktu 1947-1953 secara detail dan penuh nuansa.

Dipaparkan misalnya mengenai dinamika awal hubungan kedua negara ini yang kadang penuh kontradiksi tapi juga unik. Kisah lain yang menarik tentang hubungan diplomatik kedua negara ini– dari sumber pembukaan dokumen yang ada, adalah berkait dengan proses perjalanan Uni Soviet berperan penting menjadi sponsor Indonesia untuk masuk menjadi anggota PBB pada September1950, yang pada masa itu memberikan signifikansi politik cukup besar bagi Republik yang tengah lemah di bawah dominasi Belanda.

Akhirnya  penelitian Efimova yang terangkum dalam buku ini diharapkan dapat menjadi momen menengok kembali dengan penglihatan yang lebih empati dan jujur atas berbagi peristiwa kelam yang terjadi pada kita, dan dinamika hubungan diplomatik dua negara yang sejak awal terjadi.

Kami berharap masih ada buku kelanjutan untuk penelitian  pada dokuman-dokuemn (yang sudah dideklasifikasi ) dengan kurun waktu yang lebih kemudian. Sebutlah kurun waktu antar 1953-1965 misalnya. Jika ini dapat dilakukan tentunya akan sangat berarti, karena kita dapat tambahan data yang sangat berguna dan dapat membandingkannya kembali.

Semuanya tentu dengan prasarat kesiapan kita sebagai bangsa untuk “hidup dalam sejarahnya” dan menerima sejarahnya sendiri betapa pun kelamnya demi membangun karakter  kita di masa sekarang dan masa depan.***

 

Judul: Dari Moskow ke Madiun? Stalin-PKI dan Hubungan Diplomatik Uni Soviet-Indonesia, 1947-1953
Penulis: Larissa M. Efinova
Penerbi: Syarikat Indonesia
Tahun April, 2010
Penerjemah: Budiawan